Beranda / Kurikulum

Kurikulum & Metode Pembelajaran

Model pembelajaran Qur'an tematik-integratif berbasis proyek: Al-Qur'an menjadi poros, seluruh mata pelajaran terintegrasi dalam tema, dan setiap pembelajaran berpuncak pada proyek nyata yang dipresentasikan.

Model Pembelajaran

Belajar dengan Cara Rasulullah Mengajar

Kuttab QTA berpijak pada misi pendidikan yang dicontohkan Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 151: membacakan ayat-ayat, mengajarkan Kitab dan Hikmah, menyucikan jiwa, lalu menumbuhkan ilmu-ilmu baru yang dibutuhkan sesuai konteks zaman.

Karena itu setiap pembelajaran dimulai dari ayat Al-Qur'an: guru membacakan, murid mengikuti dan membetulkan bacaan, memahami arti dan gaya bahasa Al-Qur'an — kemudian ayat itu dijadikan pijakan untuk mengenal tema, mengerjakan proyek, dan mempresentasikannya.

Tidak ada lagi penyebutan "mata pelajaran" yang terpisah-pisah. Yang ada adalah tema — dan tema itulah poros kegiatan pembelajaran.
Outing class Kuttab QTA: Sehari Belajar di Taman Sundai
Tahapan

Lima Langkah Pembelajaran Berbasis Proyek

Pendahuluan

Membaca ayat, meluruskan bacaan, dan menanamkan nilai ketauhidan.

Perencanaan

Menentukan tema, tujuan, dan merancang proyek bersama.

Pelaksanaan

Mengerjakan proyek: observasi, menalar, dan bekerja sama.

Laporan

Menyusun hasil proyek secara lisan dan tulisan.

Presentasi & Refleksi

Mempresentasikan karya dan merefleksikan nilai yang dipetik.

Struktur Kurikulum

Jam Belajar per Dua Pekan

Al-Qur'an mendapat porsi terbesar (13 jam per dua pekan). Tema Iman, Islam, dan Insan menjadi inti di semua kelas, sementara mata pelajaran klasik diperkenalkan bertahap.

Subjek Belajar Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4 Kelas 5
Al-Qur'an1313131313
Tema Iman81616168
Tema Islam81616168
Tema Insan81616168
Tema Alam1616
Bahasa Arab8888
Bahasa Indonesia84
Bahasa Inggris2
Matematika82224
IPS3
IPA4
PKn2
Olahraga22222

Satuan: jam per dua pekan untuk setiap kelas. Tema Alam diperkenalkan di kelas 3–4; mata pelajaran IPS, IPA, PKn, dan Bahasa Inggris masuk bertahap di kelas 5.

Penilaian

Evaluasi Tiga Ranah

Setiap pembelajaran dinilai secara menyeluruh, tidak hanya hasil akhir, tetapi juga proses dan sikap anak.

Kognitif

Tes tertulis untuk mengukur pemahaman murid terhadap tema dan materi yang dipelajari.

Psikomotorik

Pengamatan selama perencanaan dan pelaksanaan proyek, serta penilaian produk dan presentasi karya.

Afektif

Refleksi dan pengamatan sikap murid selama pembelajaran: kejujuran, kerja sama, dan adab.

Mau melihat bagaimana model ini diterapkan di kelas? Jelajahi kegiatan kami atau daftarkan kunjungan sekolah.